Senin, 12 Desember 2022


Moodle

A. What is Moodle?

Moodle diciptakan oleh Martin Dougiamas. Moodle Yaitu salah satu platform untuk belajar yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi e-learning yang di design khusus bagi pendidik, admin dan murid-murid.

B. Kelebihan Moodle

1. Bersifat Open-Source

Bisa digunakan oleh siapapun juga karena sifatnya yang open-source dan bisa membangun sebuah sub-sistem berkonsep e-learning atau juga biasa disebut dengan Distance Learning.


2. Pengemasan Materi yang Variatif

Materi pembelajaran yang di dapatkan sangat beragam. Bahkan beberapa sumber/resource juga bisa di tempelkan ke materi yang dibuat. Beberapa bentuk pengemasan materi yang bisa di kreasikan di platform ini :

-Tugas/Assignment

-Pesan/Chat

-Forum

-Kuis

-Survei

3. Aman dan Terintegrasi

Sistem akan selalu melakukan update secara rutin untuk menjamin keamanan data pengguna serta, menghindari praktik pencurian data pribadi ketika mengakses platform Moodle. Kemudian, Moodle memiliki fitur external collaborative tools. Dimana, dapat melengkapi kursus online supaya  mengakses halaman wiki, blog, dan forum dengan lebih mudah.

4. Support Mobile Friendly

Aplikasi Moodle ini pada berbagai perangkat yang ada meskipun diakses dalam browser yang berbeda juga.

C. Fitur Moodle

1. Dashboard

Dashboard digunakan sebagai laman utama dalam pengelolaan platform. Bisa mengatur memberi hak akses terbatas pada pendidik, pengawas atau pihak lain selain administrator yang memiliki hak akses penuh.

2. File Management

Ada fitur drag and drop untuk memudahkan dalam menambahkan materi. Selain itu, juga dapat menambah materi dari luar dalam bentuk file, folder atau URL. 

3. Progress Tracking

Fitur ini berfungsi untuk mendokumentasikan setiap perkembangan pembelajaran, misalnya :

Course completion : Berkaitan dengan materi yang sudah diselesaikan oleh siswa.

Activity completion : Indikator untuk menandakan tugas yang dikerjakan tiap sudah selesaikan.

Grades : Sistem penilaian dari suatu materi, ujian, atau tugas.

Badges : Pemberian reward atas pencapaian siswa setelah menyelesaikan suatu materi dan tugas.

Competencies : Pemberian peringkat terhadap kompetensi siswa.

Reports and Analytics : Sistem yang mencatat progress dari keseluruhan pembelajaran dan bagian analytics sebagai acuan untuk menganalisis hasil pembelajaran.

4. Multimedia Integration

Platform e-learning menjadi lebih menarik dengan tambahan berbagai aset multimedia, seperti audio, gambar hingga video.

5. Peer Assesment

Proses pembelajaran yang melibatkan siswa untuk menilai kinerja siswa lainnya dalam satu tingkat yang sama. Sistem ini memungkinkan pengajar untuk menilai suatu tugas kelompok.

6. Inline Feedback

Untuk memberikan koreksi secara langsung dari browser di tugas siswa. Tugas dalam bentuk file dokumen yang dikumpulkan siswa pada platform bisa diberkan highlight atau catatan khusus dan akan memudahkan pengajar untuk memberikan feedback dan juga koreksi.

What Is Crypto Minting?

 

Crypto Minting


What is Crypto Minting?

Crypto minting yaitu proses cara memecahkan masalah data untuk memvalidasi sebuah informasi, membuat blok baru dan dan merekam informasi ke dalam blockchain melalui protokol “bukti kepemilikan”

Proses crypto minting biasanya menggunakan algoritma konsensus Proof-of-Stake. 

Proof of stake adalah metode pencetakan tentang bagaimana blok dibentuk melalui pertaruhan sebagai lawan dari "penambangan" di bawah protokol "bukti kerja"

Apa Perbedaan Crypto Minting dan Crypto Mining?

Crypto mining yaitu sebuah proses/cara untuk mendapatkan aset kripto dengan memecahkan persamaan kriptografi dengan menggunakan komputer berdaya tinggi.

Proses penyelesaian itu terdiri dari memverifikasi blok data dan menambahkan catatan transaksi ke public record atau decentralized ledger yang dikenal sebagai blockchain.

Perbedaan utama dalam crypto minting dan crypto mining yaitu yang satu memerlukan Proof-of-Work, yang mana dilakukan dengan cara mining. Sedangkan yang lainnya melalui konsensus Proof-of-Stake, yang dilakukan melalui staking.

1. Dalam mining, untuk bisa menghasilkan aset kripto, para miners harus melakukan pemecahan persamaan kriptografi yang kompleks sebagai imbalannya (imbalan berupa sejumlah aset kripto). 

2. Pada hasil mining atau Proof-of-Work, blok baru kemudian dapat ditambang. Mining blok baru dapat mempengaruhi kelanjutan blockchain. Dengan ini, mining memiliki tujuan yaitu untuk membuat koin baru dan menyimpan log dari semua transaksi token yang ada.

3. minting, di bawah mekanisme Proof-of-Stake, koin tidak dapat dicetak melalui mining, melainkan melalui stakingProof-of-Stake memiliki validator, di mana PoS mengizinkan validator untuk mencetak blok baru.

Bagaimana Crypto Minting Bekerja?

Crypto minting mencetak koin baru melalui mempertaruhkan token yang ada di bawah mekanisme Proof-of-Stake (PoS).

Minting terdesentralisasi dan secara teori, siapa pun yang mempertaruhkan cukup banyak aset di jaringan dapat membuat token baru tanpa memerlukan otorisasi untuk melakukannya.

Ekosistem crypto juga mencetak aset lain, seperti Non-Fungible Tokens (NFTs).

Kesimpulannya, Pencetakan Crypto Minting membuat token baru dengan menggunakan token yang ada dan dimiliki di jaringan sebagai jaminan, sesuai dengan mekanisme Proof-of-Stake (PoS).

Moodle A. What is Moodle? Moodle diciptakan oleh Martin Dougiamas.   Moodle Yaitu salah satu  platform  untuk belajar yang bisa digunakan un...